la ilaha illallah muhammadur Rasulullah yuk poro konco monggo sami jamaah kersane angsal ganjaran katah bagi yen mboten purun akhire rugi rugi dunyo radadi nopo rugi akhirat bakal ciloko la ilaha illallahu muhammadur Rasulullah Tujuh baris kalimat diatas adalah tembang nada yang sering ayahku lantunkan sembari menunggu anatara adzan dan iqomah di mushola. Ayahku adalah sosok yang sangat menginspirasi banyak orang tak heran jika namanya sangat tersohor di daerah kelahiranya hingga tempat ia menetap sekarang. Tembang nada ini sangat berarti bagiku merantau didaerah seberang membuatku lebih memaknai tembang nada ini menikmati alunan lagu yang sembari meresapi maknanya terkadang membuatku meneteskan air mata masih terasa hangat dalam ingatanku, lagu ini sering beliau tembangkan pada saat maghrib tiba suasana senja menjelang malam membuatku terhanyut dalam ruang rindu Oh anak perantauan, kisahmu sungguh mengharukan apakah hanya dengan kalimat seperti itu...
“Andai kau tahu, bagaimana hebatnya Allah mengatur segala urusan hidupmu, pastilah hatimu akan meleleh karena cinta kepada-Nya” –Ibnul Qayyim