Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Tembang Rindu Anak Perantauan

la ilaha illallah muhammadur Rasulullah yuk poro konco monggo sami jamaah kersane angsal ganjaran katah bagi yen mboten purun akhire rugi rugi dunyo radadi nopo rugi akhirat bakal ciloko la ilaha illallahu muhammadur Rasulullah Tujuh baris kalimat diatas adalah tembang nada yang sering ayahku lantunkan sembari menunggu anatara adzan dan iqomah di mushola. Ayahku adalah sosok yang sangat menginspirasi banyak orang tak heran jika namanya sangat tersohor di daerah kelahiranya hingga tempat ia menetap sekarang. Tembang nada ini sangat berarti bagiku merantau didaerah seberang membuatku lebih memaknai tembang nada ini menikmati alunan lagu yang sembari meresapi maknanya terkadang membuatku meneteskan air mata masih terasa hangat dalam ingatanku, lagu ini sering beliau tembangkan pada saat maghrib tiba suasana senja menjelang malam membuatku terhanyut dalam ruang rindu Oh anak perantauan, kisahmu sungguh mengharukan apakah hanya dengan kalimat seperti itu...

Kamu adalah Avatar : The Legend Of (You)

          Jika seandainya avatar dapat mengendalikan 4 elemen dalam dunia kartun itu hal yang biasa, tapi kalian itu sangat luar biasa bro, kalian bisa mengendalikan tangan yang dengan itu kalian bisa menggengam dunia, kalian bisa mengendalikan kaki yang dengan itu kalian bisa mengelilingi alam semesta ini, kalian punya akal yang dengan itu kalian bisa menaklukan langit dan bumi, kalian punya wajah dan rupa yang sempurna yang dengan itu dapat membuat makhluk lain iri dengan kerupawanan dirimu, dan kalian punya hati yang bertugas menahkodai seluruh potensi itu, maka sekarang adakah yang lebih berhak menentukan nasib dari hidupmu selain dirimu?  (kalau belum masuk ke hati tolong diulangi lagi dan dibaca pelan pelan ya):-)           Ingat bro Allah tdak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga kaum tersebut yang mau mengubahnya sendiri, hal hal yang perlu kita sadari adalah kelemahan kita bro, ya kelemahan kita. . . .    ...

Calon Guru Bukan Pencontek

Dalam bukunya (ilmu pendidikan: cetakan ketiga 2013: 121) Dwi Siswoyo mengatakan “Bila kesalahan yang dilakukan oleh dokter berdampak pada kematian pasien (anak) dalam waktu yang singkat, sedang kesalahan yang dilakukan guru akan berakibat kematian anak dalam jangka waktu yang cukup lama”. Kematian dalam jangka waktu lama dimaksudkan sebagai matinya potensi-potensi kemanusiaanya oleh praktek pendidikan yang salah. Sudah 68 tahun lamanya Indonesia mendeklarasikan kemerdekaanya namun sampai saat ini masih ada 20 juta kelompok usia diatas 15 tahun yang buta aksara. Apa yang sebenarnya terjadi di Negeri ini, mengapa pendidikan kalah penting dengan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup sehari-hari?. Inilah peran dan tanggungjawab selanjutnya yang harus dituntaskan oleh pemangku pendidikan dalam hal ini adalah guru. Guru adalah aktor perbaikan Bangsa yang bergerak dalam bidang pendidikan melalui sebuah keteladanan yang ditransferkan sehari-hari kepada peserta didik. Dengan...

Allahlah Sumber Kekuatan

Manusia sebagai hamba sekaligus makhluk social dalam menjalani kehidupan identic dengan masalah. Jika ada 5 orang dalam suatu kamar dan saat mereka berkumpul untuk membincangkan permasalahan yang mereka alami seharian penuh maka setiap orang akan menceritakan permasalahan yang berbeda. Masalah dalam Bahasa pepatah sering diibaratkan “datang tak dijemput pulang tak diantar”. Ya mereka sering datang disaat yang tidak mood, itulah yang terkadang membuat manusia malas untuk menghadapinya atau bahkan cuek akan tanda-tanda kedatanganya. Tak terlepas dari hakikatnya sebagai makhluk social, orang muslim dalam memandang masalah itu lain dan unik daripada yang lain. Mereka mempunyai suatu pedoman khusus yang dengan itu dapat menjadikan mereka sebagai penguasa dunia selama berabad-abad lamanya, itulah yang mereka sebut Al Quran. Dalam membahas mengenai masalahpun, Al Quran tak luput dari peranya sebagai pemberi solusi dan penunjuk kebanaran. Dalam ayat yang terkandung didalamnya, Al Quran memb...

Dik, jangan iri!

Aku tak mendapatkan jawaban lain ketika aku bertanya kepada orang-orang yang besar kecuali “ayo semangat dik, kamu pasti bisa”. Apalah arti kalimat ini, tak lebih dari 6 kata yang slalu mereka ulang ketika kutanyakan. Ini tak menjawab sama sekali pertanyaanku terhadap mereka “bagaimana caranya bisa mendapatkan semua ini?”. Padahal yang kubutuhkan adalah adanya tips seperti bangun pagi lalu belajar dan seterusnya mungkin, atau mereka private kepada orang yang lebih handal dan mereka percaya untuk bisa mendapatkan semua ini. Dengan begitu ada sedikit kelegaan didalam hati atas pertanyaan yang sering membuatku iri atas prestasi mereka. bagai langit dan bumi, setidaknya ini yang tengah kurasakan.  Aku heran dengan mereka, padahal kita sama diciptakan dari Tuhan yang Satu kemudian berkembang diplanet yang sama dengan segala macam kebutuhan pokok yang sama tetapi mengapa masalah prestasi mereka yang lebih unggul? Mengapa harus ada perbedaan jika kesamaan itu terasa adil? Nam...

oh MAPRES ku, kenapa kau cepat sekali menghilang?

Kuliah merupakan hal yang tabu untuk dibacarakan dikalangan orang-orang Desa pada umumnya. Keterbatasan ekonomi nampaknya merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh para orang tua ditengah maraknya beasiswa yang sedang "mendidih" di Negeri ini. Pada dasarnya "doktrin-doktrin" yang memuat isu mahalnya pendidikan bagi rakyat miskin memang tengah diambil alih oleh kelompok elit bersandarkan politik dan materialisme. Tak salah jika Kapitalisme yang diwanti-wanti hilang di abad ke-19 oleh Marx malah justru berkobar ditengah awal abad ke-20. Latarbelakang masalah ini tak mungkin ditutup-tutupi oleh pemerintah, segala kebijakan terkait telah diterapkan demi tujuan mencerdaskan kehidupan Bangsa. Program beasiswa dalam dan luar Negeri banyak yang termuntahkan akibat tak maksimalnya sistem dalam menampung kesempatan. Sudah sepatutnya orang-orang yang diberi kesempatan dan terpilih untuk mengemban amanah berterimakasih atas semua program dan kebijakan yang telah Pemerint...

maha? siswa!

Aku tahu menjadi seorang Mahasiswa itu sangatlah sulit. Dia diberikan amanah dan harapan yang sangat besar dari sebuah Negara, padahal dia baru saja keluar dari zona mengenal diri. Lihat saja, apa engkau tahu tujuan dbetnuknya perguruan tinggi? Ya dalam PP No.60 Tahun 1999 pasal 1 tujuan itu berbunyi: “Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, serta mengupayakan penggunaanya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan Nasional”. Bukankah itu amanah yang sangat besar? Mahasiswa disiapkan untuk memiliki kemampuan akademik, lalu disuruh untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu itu kemasyarakat dengan tujuan Negara yang makmur dan sejahtera. Bukankah ini tugas yang sangat berat kawan, bahkan seorang presidenpun sampai saat ini taka da yang dapat menyempurnakan tugas ini? Menjadi seorang mahasiswa itu penuh tantangan. Dia bukanlah seorang anak kecil yang...