Malam itu rasanya mata ini lelah, ia sangat meminta haknya untuk menutup sejenak. Namun hati ini terus hidup, ia terpana akan kebesaran ciptaan Nya. Ya, semalam ku menangis melihat keagungan Nya. Cita-cita yang selama ini aku impikan terwujud dalam satu malam yang dingin dipinggiran waduk yang luas. Aku melihatnya. Aku melihat gugusan bintang beserta meteor yang jatuh bergiliran dilangit yang gemerlap dan petang. Inilah kebesaran Nya yang membuat hati ini terus memandang walau mata ini tertutup. Disana ku menemukan ayat Nya. Mengapa mereka begitu bersinar dengan penuh warna dilangit yang gelap? Mengapa mereka seolah tidak jatuh satu persatu seiring malam yang kian menyusut? Mengapa mereka begitu indah membentuk fatamorgana dunia yang terlihat sehari-hari? Aduhai Sang Pencipta, bagaimanakah Engkau menciptakan hati ini sehingga dapat terkagum-kagum dengan ayat kauniah Mu? Apakah semua hati hamba Mu sama dengan kehidupan di hati ini? Sungguh ini adalah kekaguman yang tak dapat lidah u...
“Andai kau tahu, bagaimana hebatnya Allah mengatur segala urusan hidupmu, pastilah hatimu akan meleleh karena cinta kepada-Nya” –Ibnul Qayyim