Kembali dunia pertelivisian Indonesia menayangkan sebuah pameran “joget” yang tak hanya membuat orang tua ikut bergoyang namun juga telah menyihir anak anak yang belum berusia baligh. Terpaku pada sebuah perkataan sahabat “jika engkau ingin melihat pemimpinmu dimasa depan, maka lihatlah dirimu yang sekarang” ternyata memang sangat miris sekali. Sudah berapa kalikah Indonesia kehilangan integritas pemimpin? Ditambah lagi dengan adanya figuran yang hanya memikirkan sebuah kesenangan belaka? Mungkin niat mereka baik, mereka membuat Indonesia agar tetap senyum dan senang ditengah krisis yang melanda Indonesia, baik itu dibidang politik, social, ekonomi, budaya maupun agama. Namun apakah obyek mereka itu tidak perlu dikoreksi lagi? Saya ingat sekali pesan orang tua di kampung saya “anak anak yang terlahir hari ini adalah calon pemimpin dimasa depan”, dan saya ingat sekali ketika saya berdiskusi dengan salah seorang Ayah yang sangat getol dalam mendidik anaknya untuk terus belaj...