Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

berlebihankah?

semangat 18! Ya Allah sepertinya Engkau terlalu berlebihan dalam memberikan nikmat ini. Banyak sekali nikmat yang ku mubadzirkan hari ini. Tak ada uang atau apapun yang dapat kubalas untuk nikmat hari ini. Bahkan ibadah hari inpun aku tak tahu Engkau terima atau tidak. Beruntunglah orang-orang yang Engkau muliakan dengan sebuah kecacatan. Mereka yang tak punya kedua belah mata pastikan selamat dari kemaksiatan melihat. Mereka yang berjuang dijalanmu yang tak punya tangan dan kaki pasti kau kan berikan sebuah kemuliaan di akhirat. Hari ini kutersadaarkan oleh sebuah harapan dan kepercayaan makhluk Mu. Terutama dipagi ini (12/3), sebuah panggilan bernada "hanya satu pinta ku untukmu dan hidupmu, baik baik sayang karena aku untukmu, semua keinginan akan aku lakukan sekuat semampu ku sayang, karena bagiku kau kehormatanku, denganrkan dengarkan aku" sebuah nada yang sengaja aku khususkan untuk kedua orangtua ku. Entah mengapa dahulu ku niatkan nada ini menjadi nada dering...

Ya Allah, Penderitaanku Amat Berat!

semangat 18! Pernahkah engkau merasakan penderitaan yang sangat membuatmu hampir berputus asa? Tahukah kamu, sesungguhnya penderitaanmu itu tiada bandingnya jika engkau sandingkan dengan penderitaan ayah ibumu yang telah mendidikmu hingga dewasa seperti ini. Bayangkanlah ketika engkau merasakan keputus asaan, apa yang mereka rasakan? Sungguh rasa kasih sayangnya melebihi rasa penderitaanmu, ketika engkau berputus asa mereka lebih menderita daripada engkau, mereka merasakan betapa kasihanya buah hatinya ketika merasakan penderitaan. Jika boleh, pasti mereka akan berkata “ ya Tuhanku, janganlah engkau timpakan penderitan itu kepada anak ku, timpakanlah semuanya kepada kami, sungguh kami menyayangi dia” Yang kita tahu, kini kita telah merasakan hasil jerih payahnya, tanpa pernah kita bertanya betapa perihnya mereka berjuang untuk memberikan hasil ini kepada kita? Sekali lagi pernahkah kita bertanya “ ayah, ibu bagaimana perjuanganmu dulu hingga membesarkanku seperti ini, hal hal ...

Allah mengingatkanku!

semangat 18! Sungguh Allah telah memuliakan hamba Nya yang selalu berharap kepada Nya. Impianku dulu ingin pergi ke mesir, karena terinspiasi oleh film ketika cinta bertasbih. Seorang yang sangat aku kagumi mas azzam dengan akhlak dan kemandirianya yang baik telah benar benar menginspirasi. Namun seolah harapan itu pupus ketika aku mengenal dunia baru. Dunia kampus yang penuh dnegan hegemoni dan hedonisme. Kampus merupakan laboratorium mahasiswa dalam mencari jati diri. Mengasah nasionalisme dan patriotism yang bangsa ini butuhkan. Melalui merekalah nasib bangsa ini dipertaruhkan. Namun tidak semua mahasiswa yang kini belajar di kampus adalah mahasiswa yang sarat akan perjuangan. Globalisasi telah merenggut nation dan kemampuan mereka. Karena ini juga seorang diri aku menaruh sebuah harapan palsu. Semangat yang dulu telah berkobar kini telah pupus oleh sebuah iklim kampus. Bak macan yang telah kehilangan taringnya. Ia lepuh dan tak berguna. Hari ini adalah hari senin, dimana awa...