Langsung ke konten utama

berlebihankah?

semangat 18!

Ya Allah sepertinya Engkau terlalu berlebihan dalam memberikan nikmat ini. Banyak sekali nikmat yang ku mubadzirkan hari ini. Tak ada uang atau apapun yang dapat kubalas untuk nikmat hari ini. Bahkan ibadah hari inpun aku tak tahu Engkau terima atau tidak. Beruntunglah orang-orang yang Engkau muliakan dengan sebuah kecacatan. Mereka yang tak punya kedua belah mata pastikan selamat dari kemaksiatan melihat. Mereka yang berjuang dijalanmu yang tak punya tangan dan kaki pasti kau kan berikan sebuah kemuliaan di akhirat. Hari ini kutersadaarkan oleh sebuah harapan dan kepercayaan makhluk Mu.

Terutama dipagi ini (12/3), sebuah panggilan bernada "hanya satu pinta ku untukmu dan hidupmu, baik baik sayang karena aku untukmu, semua keinginan akan aku lakukan sekuat semampu ku sayang, karena bagiku kau kehormatanku, denganrkan dengarkan aku" sebuah nada yang sengaja aku khususkan untuk kedua orangtua ku. Entah mengapa dahulu ku niatkan nada ini menjadi nada dering khusus yang kupatenkan untuk kedua orangtuaku. 
Bagiku rasanya tidak ada nada yang cocok selain lagu ini, penuh rasa pengorbanan dan kerinduan. 

Pagi itu, someone spesial ini meneleponku dengan penuh nada kasih sayang dan takut. Seperti biasa kudengarkan alunan suaranya yang menentramkan hati ini dengan penuh rasa rindu. Sapaan kabar darinya pun membuat bibir ini sempat melebar sembari mata ini berkaca akan rasa manisnya sebuah kerinduan. Akupun selalu mendengar nada takut yang terbayang dipikiranya, ketika ia berkata "jaga kesehatan nak". kata kata ini yang membuatku agak sedikit kesal, karena beliau belum mempercayaiku untuk hidup mandiri dan bahwa aku tidak hidup sendiri. Jam masuk kampus tega memotong pembicaraanku dengan manusia mulia ini, kuakhiri dengan sebuah salam yang panjang dan sebuah doa untuknya agar kelak Allah membuatkanya sebuah rumah disruga (aamiin).

Sempat terlintas dibenak sesaat sebelum pelajaran hendak dimulai. kata-kata ibu membuatku berfikir "Allah ya Rabbku, dosa apa yang telah kuperbuat selama 18 tahun ini, sehingga sampai saat ini orangtuaku belum mempercayai sepenuhnya hidupku disini. Berapa banyak kasih sayangnya yang telah ku sia-siakan selam 18 tahun ini. Ya Rabbku, apakah pernah aku membuatnya tersenyum? atau kapankah terakhirkali kumembuat bibirnya tersenyum? ya Rabb, ternyata sudah hampir setahun lebih kuberada disini, namun ku belum juga membuat sesuatu diri ini menjadi lebih berarti. Mengapa diri ini selalu lupa akan perjuanganya dalam mendidikku hingga sebesar ini. Ya Allah, aku yakin jika orangtuaku lebih memilih dunia, maka mereka akan gunakan uang yang telah mereka keluarkan hanya untukku dialihkan untuk membangun sebuah menara tertinggi di Dunia. Dengan itu mereka pasti akan lebih dihormati dan dikenal banyak orang, dan itu pasti lebih menguntungkan mereka daripada sekedar membesarkanku yang hingga saat ini belum bisa memberikan keberaartian untuknya.

Tapi aku yakin sekali ya Rabb, mereka mendidik ku bukan karena sebuah dunia. Mereka yakin dengan apa yang Engkau janjikan, mereka yakin kalau suatu saat nanti akulah anak yang akan memasukkanya kedalam surga Mu, mereka yakin kalau karena mendidikkulah penduduk langit dan bumi akan menyanjungnya. Dan mereka yakin bahwa suatu saat Engkau akan mengumpulkan kami bersama orang-orang yang beriman dan shaleh sembari melihat ke Maha Indahan Wajah Mu. Tapi mengapa aku tak mampu ya Rabb mewujudkan harapan mereka, seolah aku adalah anak yang menambah beban hidupnya. seolah aku hanya menambah kekhawatiran mereka karena mereka gagal dalam mendidiku lalu Engkau campakkan mereka kedalam Neraka. Ya Rabb, aku tak mau Engkau campakkan tubuh yang kecil dan hina ini kedalam api yang sangat panas, bagaimana jika tubuh ini hancur, remuk dan tak berbekas akibat semua dosa-dosaku. Ya Allah, ampunilah ketidakmampuanku untuk mewujudkan harapan mereka. ampunilah diriku yang selama 18 tahun ini belum sempat kubahagiakan mereka. ampunilah aku yang selalu mengecewakan harapan harapan mereka. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sadarlah!

Tak disangka ternyata dalam jangka waktu 5 bulan semuanya telah berubah, baik aspek social maupun fisiknya, lalu dimanakah peran pemuda sepertimu sekarang? Sadarlah dunia ini membutuhkanmu, janganlah engkau hanya mengejar sebuah kepopularitasanmu semata karena engkau bukan seorang artis, engkau diciptakan olehNya semata mata untuk menjadi hamba sekaligus manusia yang bermanfaat yang benar-benar diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, sadarlah wahai pemuda tak ada yang bisa mengubah dunia ini kecuali tangamu, orang orang tua dan anak anak genarasi selanjutnya sangat membutuhkanmu untuk menyambung perjalanan hidup mereka di dunia ini, kau adalah jembatan dimana dengan itu kau akan mulia karena Allah telah melihatmu dalam perjuanganmu, apalagi yang ingin kau cari? Janganlah engkau mudah terpengaruh oleh sebuah prestasi, presatsi hanya akan membuatmu egois, dengan itu kau akan selalu memikirikan bagaimana kau dapat melakukan ini dan itu seperti orang-orang sukses diluar sana, sem...

Aku Mencintaimu, Kawan!

seringkali engkau merasa lemah disaat dirimu tak dapat melakukan hal yang sama dengan orang lain, engkau mengira perbuatan mereka itu sangat hebat dan engkau kagum terhadapnya, berharap dapat melukakan hal seperti itu bahkan lebih dari itu. tapi disatu sisi, mengapa engkau lupa bahwa mereka dan kamu itu sama. hak mereka dan hakmu adalah sama. engkau lupa bahwa Allah telah memberikan kelebihan diatas kekurangan mereka, begitupun sebaliknya. apakah engkau tahu, orang yang tak dapat melakukan sesuatu atau yang tak punya pikiran untuk melakukan sesuatu hidupnya begitu sepi? padahal disekelilingnya terdapat banyak manusia yang dapat ia ajak bicara. hei bangkitlah kawan, jangan bertanya apa yang dapat kamu lakukan. sesungguhnya kamu sudah mengetahui semua jawabanya, mengapa engkau terus bertanya dan berpikir? ayolah bertindak, tubuhmu tak akan pernah beridir tegak jika kakimu diwaktu kecil takut untuk melangkah. mulai saat ini berhentilah mengeluh, berhentilah untuk mengagumi orang lain,...

Kamu adalah Avatar : The Legend Of (You)

          Jika seandainya avatar dapat mengendalikan 4 elemen dalam dunia kartun itu hal yang biasa, tapi kalian itu sangat luar biasa bro, kalian bisa mengendalikan tangan yang dengan itu kalian bisa menggengam dunia, kalian bisa mengendalikan kaki yang dengan itu kalian bisa mengelilingi alam semesta ini, kalian punya akal yang dengan itu kalian bisa menaklukan langit dan bumi, kalian punya wajah dan rupa yang sempurna yang dengan itu dapat membuat makhluk lain iri dengan kerupawanan dirimu, dan kalian punya hati yang bertugas menahkodai seluruh potensi itu, maka sekarang adakah yang lebih berhak menentukan nasib dari hidupmu selain dirimu?  (kalau belum masuk ke hati tolong diulangi lagi dan dibaca pelan pelan ya):-)           Ingat bro Allah tdak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga kaum tersebut yang mau mengubahnya sendiri, hal hal yang perlu kita sadari adalah kelemahan kita bro, ya kelemahan kita. . . .    ...