Langsung ke konten utama

maha? siswa!

Aku tahu menjadi seorang Mahasiswa itu sangatlah sulit.

Dia diberikan amanah dan harapan yang sangat besar dari sebuah Negara, padahal dia baru saja keluar dari zona mengenal diri. Lihat saja, apa engkau tahu tujuan dbetnuknya perguruan tinggi? Ya dalam PP No.60 Tahun 1999 pasal 1 tujuan itu berbunyi: “Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, serta mengupayakan penggunaanya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan Nasional”.

Bukankah itu amanah yang sangat besar? Mahasiswa disiapkan untuk memiliki kemampuan akademik, lalu disuruh untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu itu kemasyarakat dengan tujuan Negara yang makmur dan sejahtera. Bukankah ini tugas yang sangat berat kawan, bahkan seorang presidenpun sampai saat ini taka da yang dapat menyempurnakan tugas ini?

Menjadi seorang mahasiswa itu penuh tantangan.
Dia bukanlah seorang anak kecil yang untuk mendapatkan sesuatu hanya tinggal menangis kepada kedua orangtuanya lalu dapatlah apa yang dia inginkan. Tetapi seorang mahasiswa adalah dia yang rela mencucurkan keringatnya demi setetes air yang ingin dia minum.

Dia adalah orang baru yang mengelana dikehidupan yang baru dan Dia harus mencoba hidup mandiri.

Tapi rasanya tulisan ini seperti menjadi momok bagi mereka yang hendak menuju sebuah kedewasaan. Ingat kawan, Allah akan selalu memberikan cobaan yang tidak mungkin seseorang itu tidak bisa melaksanakanya, inilah hadiah Allah kawan, tidak begitu burukkan?

Menjadi seorang Mahasiswa itu memang serba sulit kawan, khusunya menjadi seorang mahasiswa muslim. Sungguh luar biasa cobaan yang Allah berikan kepadanya. Mulai dari pergaulan bebas yang terjadi ditengah-tengah kehidupan sang pengembara yakni mahasiswa, sulitnya menahan pandangan dari rok mini yang berterbangan disetiap pinggiran dijalanan. Seolah-olah mereka kaum wanita sangat senang jika kaum laki-laki diakhirat ditusuk matanya dengan besi yang panas karena tak sanggup menahan pandangan.

Menjadi seorang mahasisiwa itu sangat sulit kawan. Berbagai cobaan yang Allah berikan kepadamu takkan pernah berhenti hingga kamu benar-benar lulus darinya. Percuma kawan engkau lari dari cobaan itu, hanya ada dua pilihan yang akan engkau dapat jika engkau lari darinya: 1. Menghadapi masalah lain 2. Engkau akan bertemu masalah itu lagi, dan parahnya jika engkau tak segera menyelesaikan cobaan yang Allah berikan, maka cobaan lain akan segera datang dan membuatmu lemah dan mati.

Ingat kawan mereka yang hidup bukanlah mereka
 yang dengan indranya dapat menghirup udara segar, namun mereka yang hidup adalah mereka yang dapat merasakan sebuah kebebasan dalam memahami siapa dirinya sebagai makhluk sosial dan siapa dirinya sebagai makhluk Tuhan.

Dan mahasiswa bukanlah mereka yang suka duduk-duduk santai menunggu resepsi pernikahan dan mengalami masa tua dan akhirnya mati. Mahasiswa adalah mereka yang berjuang dengan gigih, yang tak pernah menyia-nyiakan waktu dan mereka yang tak pernah menghianati kepercayaan dari orang-orang yang telah memberikan harapan kepadanya.
Inilah semangat muda yang tak pernah menua.

semangat 18!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

oh MAPRES ku, kenapa kau cepat sekali menghilang?

Kuliah merupakan hal yang tabu untuk dibacarakan dikalangan orang-orang Desa pada umumnya. Keterbatasan ekonomi nampaknya merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh para orang tua ditengah maraknya beasiswa yang sedang "mendidih" di Negeri ini. Pada dasarnya "doktrin-doktrin" yang memuat isu mahalnya pendidikan bagi rakyat miskin memang tengah diambil alih oleh kelompok elit bersandarkan politik dan materialisme. Tak salah jika Kapitalisme yang diwanti-wanti hilang di abad ke-19 oleh Marx malah justru berkobar ditengah awal abad ke-20. Latarbelakang masalah ini tak mungkin ditutup-tutupi oleh pemerintah, segala kebijakan terkait telah diterapkan demi tujuan mencerdaskan kehidupan Bangsa. Program beasiswa dalam dan luar Negeri banyak yang termuntahkan akibat tak maksimalnya sistem dalam menampung kesempatan. Sudah sepatutnya orang-orang yang diberi kesempatan dan terpilih untuk mengemban amanah berterimakasih atas semua program dan kebijakan yang telah Pemerint...

Sendiri

dalam mimpiku aku berjalan sendiri mengarungi samudera khayal tak bertepi petunjuk arah yang tak pasti ku lalui terbangun, mengunggu hingga mati ku lihat hallo mengarungi matahari menyambut sinarnya yang menerangi namun dia datang hanya sekali tak pernah ku lihat setiap hari hai kegelapan, enyahlah sang lilin datang dengan gagah mengusirmu, memekarkan sinarnya hingga merekah tinggallah seberkas harapan dan cinta kuharap kalian akan selalu ada disetiap kuterbangun dalam raga mengusir benci dalam jiwa rasanya, ku tak berguna hari ini kemalasan melanda tandaku sudah mati teman, sahabat, orang tua tak peduli karena aku selalu sendiri semangat 18!