Langsung ke konten utama

Allah mengingatkanku!

semangat 18!

Sungguh Allah telah memuliakan hamba Nya yang selalu berharap kepada Nya. Impianku dulu ingin pergi ke mesir, karena terinspiasi oleh film ketika cinta bertasbih. Seorang yang sangat aku kagumi mas azzam dengan akhlak dan kemandirianya yang baik telah benar benar menginspirasi. Namun seolah harapan itu pupus ketika aku mengenal dunia baru. Dunia kampus yang penuh dnegan hegemoni dan hedonisme. Kampus merupakan laboratorium mahasiswa dalam mencari jati diri. Mengasah nasionalisme dan patriotism yang bangsa ini butuhkan. Melalui merekalah nasib bangsa ini dipertaruhkan. Namun tidak semua mahasiswa yang kini belajar di kampus adalah mahasiswa yang sarat akan perjuangan. Globalisasi telah merenggut nation dan kemampuan mereka. Karena ini juga seorang diri aku menaruh sebuah harapan palsu. Semangat yang dulu telah berkobar kini telah pupus oleh sebuah iklim kampus. Bak macan yang telah kehilangan taringnya. Ia lepuh dan tak berguna.

Hari ini adalah hari senin, dimana awal dari masuknya pembelajaran dikampus dimulai. Jam pertama adalah mata kuliah Bahasa Indonesia yang bertemakan essay. Semangatku bertambah lagi karena dalam penulisan ini aku ingin sekali menjuarai sebuah perlombaan, tentunya demi orang tua ku yang telah menyerahkan kepercayaan masa depanya kepadaku. Tak hanya sebuah essay yang ingin ku raih, namun juga sebuah prestasi bangsa dan selalu berada dijalan yang benar yang ingin kutunjukkan kepada mereka, bahwa mereka bangga melahirkan aku sebagai seorang khomsun dan Abdullah.
Jam ke dua yang diisi oleh dosen dasar dasar politikpun telah selesai. Sembari menuggu jam ke 5 dengan mata pelajaran psikologi pendidikan, kuluangkan waktu sejenak untuk pergi ke perpustakaan. Setelah beberapa menit ku duduk, ada mba dari al ishlah yang tidak ku tahu namanya mengajak berbincang. Salah satu perbincangan kami yaitu “dek, katanya dulu pernah ke Mesir ya?
Enggak mba, jawabku enteng. Emang mba kata siapa?
Kata teman jawabnya singkat.

Subhanallah dalam hati ini memuji Allah dan menyucikan Nya. Ternyata azzam yang dulu pernah terbesit dihati kembali di ingatkan oleh Allah, walaupun ini belum terwujud namun rasanya hati ini sudah terbawa jauh hingga ke mesir berkat Rahmat Allah. Ya Allah terimakasih ku panjatkan kepada Mu atas segala nikmat yang Engkau berikan dengan ku pinta maupun yang Engkau berikan dengan penyempurna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

oh MAPRES ku, kenapa kau cepat sekali menghilang?

Kuliah merupakan hal yang tabu untuk dibacarakan dikalangan orang-orang Desa pada umumnya. Keterbatasan ekonomi nampaknya merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh para orang tua ditengah maraknya beasiswa yang sedang "mendidih" di Negeri ini. Pada dasarnya "doktrin-doktrin" yang memuat isu mahalnya pendidikan bagi rakyat miskin memang tengah diambil alih oleh kelompok elit bersandarkan politik dan materialisme. Tak salah jika Kapitalisme yang diwanti-wanti hilang di abad ke-19 oleh Marx malah justru berkobar ditengah awal abad ke-20. Latarbelakang masalah ini tak mungkin ditutup-tutupi oleh pemerintah, segala kebijakan terkait telah diterapkan demi tujuan mencerdaskan kehidupan Bangsa. Program beasiswa dalam dan luar Negeri banyak yang termuntahkan akibat tak maksimalnya sistem dalam menampung kesempatan. Sudah sepatutnya orang-orang yang diberi kesempatan dan terpilih untuk mengemban amanah berterimakasih atas semua program dan kebijakan yang telah Pemerint...

maha? siswa!

Aku tahu menjadi seorang Mahasiswa itu sangatlah sulit. Dia diberikan amanah dan harapan yang sangat besar dari sebuah Negara, padahal dia baru saja keluar dari zona mengenal diri. Lihat saja, apa engkau tahu tujuan dbetnuknya perguruan tinggi? Ya dalam PP No.60 Tahun 1999 pasal 1 tujuan itu berbunyi: “Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, serta mengupayakan penggunaanya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan Nasional”. Bukankah itu amanah yang sangat besar? Mahasiswa disiapkan untuk memiliki kemampuan akademik, lalu disuruh untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu itu kemasyarakat dengan tujuan Negara yang makmur dan sejahtera. Bukankah ini tugas yang sangat berat kawan, bahkan seorang presidenpun sampai saat ini taka da yang dapat menyempurnakan tugas ini? Menjadi seorang mahasiswa itu penuh tantangan. Dia bukanlah seorang anak kecil yang...

Sendiri

dalam mimpiku aku berjalan sendiri mengarungi samudera khayal tak bertepi petunjuk arah yang tak pasti ku lalui terbangun, mengunggu hingga mati ku lihat hallo mengarungi matahari menyambut sinarnya yang menerangi namun dia datang hanya sekali tak pernah ku lihat setiap hari hai kegelapan, enyahlah sang lilin datang dengan gagah mengusirmu, memekarkan sinarnya hingga merekah tinggallah seberkas harapan dan cinta kuharap kalian akan selalu ada disetiap kuterbangun dalam raga mengusir benci dalam jiwa rasanya, ku tak berguna hari ini kemalasan melanda tandaku sudah mati teman, sahabat, orang tua tak peduli karena aku selalu sendiri semangat 18!