Langsung ke konten utama

Kamu adalah Avatar : The Legend Of (You)

          Jika seandainya avatar dapat mengendalikan 4 elemen dalam dunia kartun itu hal yang biasa, tapi kalian itu sangat luar biasa bro, kalian bisa mengendalikan tangan yang dengan itu kalian bisa menggengam dunia, kalian bisa mengendalikan kaki yang dengan itu kalian bisa mengelilingi alam semesta ini, kalian punya akal yang dengan itu kalian bisa menaklukan langit dan bumi, kalian punya wajah dan rupa yang sempurna yang dengan itu dapat membuat makhluk lain iri dengan kerupawanan dirimu, dan kalian punya hati yang bertugas menahkodai seluruh potensi itu, maka sekarang adakah yang lebih berhak menentukan nasib dari hidupmu selain dirimu? (kalau belum masuk ke hati tolong diulangi lagi dan dibaca pelan pelan ya):-)

          Ingat bro Allah tdak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga kaum tersebut yang mau mengubahnya sendiri, hal hal yang perlu kita sadari adalah kelemahan kita bro, ya kelemahan kita. . . .

          Kita harus paham dengan kelemhan diri kita sendiri sebab jika kita sedang berada pada kelemahan tersebut dan kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan maka kita akan terjebak dalam perasaan negatif terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, ini akan membawa kita ke jurang ke suudzonan yang mengerikan bro, ingatkan kalau Allah lebih mencintai mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah?

          Nah, kita juga perlu menyadari bro bahwa lawan kita ga hanya diri kita sendiri, nafsu dan syetan akan selalu menyertai perjuangan melawan keimanan kita bro maka dari itu kita perlu ada orang yang sama sama saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kesabaran, ingat surat al asr 1-5? Itulah orang orang yang beruntung bro tapi terkadang kita selalu merasa lebih baik daripada orang lain sehingga kita sering mengabaikan makna surat al asr itu, lebih baik kita mengikuti atau meniru atau bergabung dengan kebaikanya atau prestasinya daripada kita harus menjauhi dan berdiri sendiri bro.

          Ayo kita semua bangkit. Sesungguhnya jika kita semua saling menasehati dengan kebenaran n kesabaran dunia ini akan terasa berada dibelakang kita, dia seolah olah akan terus mengekori kita, ayo kita semua sadari kelemhan kita, lau kita minta pertolongan Allah agar Allah memperkuat iman kita dan ukhuwah kita. Kita harus membuang jauh jauh persepsi bahwa dia lebih baik dari kamu, atau sebaliknya karena kita semua sama yang kita btuhkan adalah perjuangan yang didasari asas ukhuwah dan saling menasehati. (yang menulis tidak selamanya lebih baik daripada yang membaca)

semangat 18!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

berlebihankah?

semangat 18! Ya Allah sepertinya Engkau terlalu berlebihan dalam memberikan nikmat ini. Banyak sekali nikmat yang ku mubadzirkan hari ini. Tak ada uang atau apapun yang dapat kubalas untuk nikmat hari ini. Bahkan ibadah hari inpun aku tak tahu Engkau terima atau tidak. Beruntunglah orang-orang yang Engkau muliakan dengan sebuah kecacatan. Mereka yang tak punya kedua belah mata pastikan selamat dari kemaksiatan melihat. Mereka yang berjuang dijalanmu yang tak punya tangan dan kaki pasti kau kan berikan sebuah kemuliaan di akhirat. Hari ini kutersadaarkan oleh sebuah harapan dan kepercayaan makhluk Mu. Terutama dipagi ini (12/3), sebuah panggilan bernada "hanya satu pinta ku untukmu dan hidupmu, baik baik sayang karena aku untukmu, semua keinginan akan aku lakukan sekuat semampu ku sayang, karena bagiku kau kehormatanku, denganrkan dengarkan aku" sebuah nada yang sengaja aku khususkan untuk kedua orangtua ku. Entah mengapa dahulu ku niatkan nada ini menjadi nada dering...

Telisik Media Hiburan

Kembali dunia pertelivisian Indonesia menayangkan sebuah pameran “joget” yang tak hanya membuat orang tua ikut bergoyang namun juga telah menyihir anak anak yang belum berusia baligh. Terpaku pada sebuah perkataan sahabat “jika engkau ingin melihat pemimpinmu dimasa depan, maka lihatlah dirimu yang sekarang” ternyata memang sangat miris sekali. Sudah berapa kalikah Indonesia kehilangan integritas pemimpin? Ditambah lagi dengan adanya figuran yang hanya memikirkan sebuah kesenangan belaka? Mungkin niat mereka baik, mereka membuat Indonesia agar tetap senyum dan senang ditengah krisis yang melanda Indonesia, baik itu dibidang politik, social, ekonomi, budaya maupun agama. Namun apakah obyek mereka itu tidak perlu dikoreksi lagi? Saya ingat sekali pesan orang tua di kampung saya “anak anak yang terlahir hari ini adalah calon pemimpin dimasa depan”, dan saya ingat sekali ketika saya berdiskusi dengan salah seorang Ayah yang sangat getol dalam mendidik anaknya untuk terus belaj...

Dik, jangan iri!

Aku tak mendapatkan jawaban lain ketika aku bertanya kepada orang-orang yang besar kecuali “ayo semangat dik, kamu pasti bisa”. Apalah arti kalimat ini, tak lebih dari 6 kata yang slalu mereka ulang ketika kutanyakan. Ini tak menjawab sama sekali pertanyaanku terhadap mereka “bagaimana caranya bisa mendapatkan semua ini?”. Padahal yang kubutuhkan adalah adanya tips seperti bangun pagi lalu belajar dan seterusnya mungkin, atau mereka private kepada orang yang lebih handal dan mereka percaya untuk bisa mendapatkan semua ini. Dengan begitu ada sedikit kelegaan didalam hati atas pertanyaan yang sering membuatku iri atas prestasi mereka. bagai langit dan bumi, setidaknya ini yang tengah kurasakan.  Aku heran dengan mereka, padahal kita sama diciptakan dari Tuhan yang Satu kemudian berkembang diplanet yang sama dengan segala macam kebutuhan pokok yang sama tetapi mengapa masalah prestasi mereka yang lebih unggul? Mengapa harus ada perbedaan jika kesamaan itu terasa adil? Nam...