Langsung ke konten utama

Dik, jangan iri!

Aku tak mendapatkan jawaban lain ketika aku bertanya kepada orang-orang yang besar kecuali “ayo semangat dik, kamu pasti bisa”.

Apalah arti kalimat ini, tak lebih dari 6 kata yang slalu mereka ulang ketika kutanyakan. Ini tak menjawab sama sekali pertanyaanku terhadap mereka “bagaimana caranya bisa mendapatkan semua ini?”. Padahal yang kubutuhkan adalah adanya tips seperti bangun pagi lalu belajar dan seterusnya mungkin, atau mereka private kepada orang yang lebih handal dan mereka percaya untuk bisa mendapatkan semua ini. Dengan begitu ada sedikit kelegaan didalam hati atas pertanyaan yang sering membuatku iri atas prestasi mereka.
bagai langit dan bumi, setidaknya ini yang tengah kurasakan. 

Aku heran dengan mereka, padahal kita sama diciptakan dari Tuhan yang Satu kemudian berkembang diplanet yang sama dengan segala macam kebutuhan pokok yang sama tetapi mengapa masalah prestasi mereka yang lebih unggul? Mengapa harus ada perbedaan jika kesamaan itu terasa adil?
Namun setelah hidup tak lama ditengah mereka, aku tersadarkan bahwa ada yang tak bisa disamakan Antara aku dan mereka. Ada sebuah penghalang tipis yang membedakan dengan jelas Antara aku dan mereka. 

Ya saat ini aku tahu, kerja keras dan tak kenal menyerah yang mereka punya ternyata kurang bekerja pada diriku. Aku kehilangan jati diriku yang sebenarnya karena aku telah iri dengan mereka, seperti yang disabdakan Rasulullah saw, bahwa iri akan menghancurkanmu layaknya api membakar kayu bakar. Semua yang kita lakukan akan sia-sia.

Aku tersadar bahwa aku mempunyai sisi lain yang tidak mereka punya, sama halnya dengan mereka. Namun aku tak mau mengakui diriku karena itu merupakan sebagian dari kebanggan diri. Biarlah aku terus merasa kurang akn sesuatu yang bermanfaat dan merasa tak puas dengan suatu proses jangan sampai aku senang dengan hasil pencapaian diakhir proses.

Ternyata setelah ku renungi makna kalimat itu sangat besar pengaruhnya. Hanya mereka yang dapat beristiqomah dan mempunyai control yang kuat terhadap dirinya yang bisa memahami kalimat itu dengan baik. Aku percaya mereka adalah orang-orang yang mampu mengubah bangsa ini menuju garda terdepan disetiap zaman, dan memberikan keteladanan dalam setiap tindakan. Berdoa dan terus berusaha merupaka sebuah kunci meraih semua impian, mereka yang lupa berdoa tetapi berusaha lebih berhak mendapat kesuksesan daripada mereka yang berdoa tetapi tidak berusaha. Terimakasih kakakku yang telah mengajarkanku sebuah perjuangan, dengan begitu aku lebih bisa memaknai sebuah hidupku.

semangat 18!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

oh MAPRES ku, kenapa kau cepat sekali menghilang?

Kuliah merupakan hal yang tabu untuk dibacarakan dikalangan orang-orang Desa pada umumnya. Keterbatasan ekonomi nampaknya merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh para orang tua ditengah maraknya beasiswa yang sedang "mendidih" di Negeri ini. Pada dasarnya "doktrin-doktrin" yang memuat isu mahalnya pendidikan bagi rakyat miskin memang tengah diambil alih oleh kelompok elit bersandarkan politik dan materialisme. Tak salah jika Kapitalisme yang diwanti-wanti hilang di abad ke-19 oleh Marx malah justru berkobar ditengah awal abad ke-20. Latarbelakang masalah ini tak mungkin ditutup-tutupi oleh pemerintah, segala kebijakan terkait telah diterapkan demi tujuan mencerdaskan kehidupan Bangsa. Program beasiswa dalam dan luar Negeri banyak yang termuntahkan akibat tak maksimalnya sistem dalam menampung kesempatan. Sudah sepatutnya orang-orang yang diberi kesempatan dan terpilih untuk mengemban amanah berterimakasih atas semua program dan kebijakan yang telah Pemerint...

maha? siswa!

Aku tahu menjadi seorang Mahasiswa itu sangatlah sulit. Dia diberikan amanah dan harapan yang sangat besar dari sebuah Negara, padahal dia baru saja keluar dari zona mengenal diri. Lihat saja, apa engkau tahu tujuan dbetnuknya perguruan tinggi? Ya dalam PP No.60 Tahun 1999 pasal 1 tujuan itu berbunyi: “Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, serta mengupayakan penggunaanya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan Nasional”. Bukankah itu amanah yang sangat besar? Mahasiswa disiapkan untuk memiliki kemampuan akademik, lalu disuruh untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu itu kemasyarakat dengan tujuan Negara yang makmur dan sejahtera. Bukankah ini tugas yang sangat berat kawan, bahkan seorang presidenpun sampai saat ini taka da yang dapat menyempurnakan tugas ini? Menjadi seorang mahasiswa itu penuh tantangan. Dia bukanlah seorang anak kecil yang...

Sendiri

dalam mimpiku aku berjalan sendiri mengarungi samudera khayal tak bertepi petunjuk arah yang tak pasti ku lalui terbangun, mengunggu hingga mati ku lihat hallo mengarungi matahari menyambut sinarnya yang menerangi namun dia datang hanya sekali tak pernah ku lihat setiap hari hai kegelapan, enyahlah sang lilin datang dengan gagah mengusirmu, memekarkan sinarnya hingga merekah tinggallah seberkas harapan dan cinta kuharap kalian akan selalu ada disetiap kuterbangun dalam raga mengusir benci dalam jiwa rasanya, ku tak berguna hari ini kemalasan melanda tandaku sudah mati teman, sahabat, orang tua tak peduli karena aku selalu sendiri semangat 18!