Aku tak mendapatkan jawaban lain ketika aku bertanya kepada
orang-orang yang besar kecuali “ayo semangat dik, kamu pasti bisa”.
Apalah arti kalimat ini, tak lebih dari 6 kata yang slalu
mereka ulang ketika kutanyakan. Ini tak menjawab sama sekali pertanyaanku
terhadap mereka “bagaimana caranya bisa mendapatkan semua ini?”. Padahal yang
kubutuhkan adalah adanya tips seperti bangun pagi lalu belajar dan seterusnya
mungkin, atau mereka private kepada orang yang lebih handal dan mereka percaya
untuk bisa mendapatkan semua ini. Dengan begitu ada sedikit kelegaan didalam
hati atas pertanyaan yang sering membuatku iri atas prestasi mereka.
bagai langit dan bumi, setidaknya ini yang tengah kurasakan.
Aku heran dengan mereka, padahal kita sama diciptakan dari Tuhan yang Satu
kemudian berkembang diplanet yang sama dengan segala macam kebutuhan pokok yang
sama tetapi mengapa masalah prestasi mereka yang lebih unggul? Mengapa harus
ada perbedaan jika kesamaan itu terasa adil?
Namun setelah hidup tak lama ditengah mereka, aku
tersadarkan bahwa ada yang tak bisa disamakan Antara aku dan mereka. Ada sebuah
penghalang tipis yang membedakan dengan jelas Antara aku dan mereka.
Ya saat
ini aku tahu, kerja keras dan tak kenal menyerah yang mereka punya ternyata
kurang bekerja pada diriku. Aku kehilangan jati diriku yang sebenarnya karena
aku telah iri dengan mereka, seperti yang disabdakan Rasulullah saw, bahwa iri
akan menghancurkanmu layaknya api membakar kayu bakar. Semua yang kita lakukan
akan sia-sia.
Aku tersadar bahwa aku mempunyai sisi lain yang tidak mereka
punya, sama halnya dengan mereka. Namun aku tak mau mengakui diriku karena itu
merupakan sebagian dari kebanggan diri. Biarlah aku terus merasa kurang akn
sesuatu yang bermanfaat dan merasa tak puas dengan suatu proses jangan sampai
aku senang dengan hasil pencapaian diakhir proses.
semangat 18!
Komentar