Langsung ke konten utama

Allahlah Sumber Kekuatan

Manusia sebagai hamba sekaligus makhluk social dalam menjalani kehidupan identic dengan masalah. Jika ada 5 orang dalam suatu kamar dan saat mereka berkumpul untuk membincangkan permasalahan yang mereka alami seharian penuh maka setiap orang akan menceritakan permasalahan yang berbeda. Masalah dalam Bahasa pepatah sering diibaratkan “datang tak dijemput pulang tak diantar”. Ya mereka sering datang disaat yang tidak mood, itulah yang terkadang membuat manusia malas untuk menghadapinya atau bahkan cuek akan tanda-tanda kedatanganya.
Tak terlepas dari hakikatnya sebagai makhluk social, orang muslim dalam memandang masalah itu lain dan unik daripada yang lain. Mereka mempunyai suatu pedoman khusus yang dengan itu dapat menjadikan mereka sebagai penguasa dunia selama berabad-abad lamanya, itulah yang mereka sebut Al Quran. Dalam membahas mengenai masalahpun, Al Quran tak luput dari peranya sebagai pemberi solusi dan penunjuk kebanaran. Dalam ayat yang terkandung didalamnya, Al Quran membahas mengenai masalah yang diwakilkan dengan sekelumit kisah yang menebarluaskan manfaatnya; yakni,
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi”. (al ankabut: 2). Ada makna luar biasa yang terkandung didalam ayat ini. Pertama Allah SWT bertanya kepada manusia, apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan saja mengatakan mereka telah beriman?. Jika kita bertanya pada diri kita, maka pertanyaan ini akan menjadi seolah godam yang memukul hati yang keras ini. Coba kita renungkan kalimat ini, apakah kita hanya dibiarkan saja setelah mengucap kata beriman?.
Yang kedua adalah penegasan Allah terhadap pertanyaanya. “sedang mereka tidak duji lagi”. Kalimat ini sekaligus menjawab pertanyaan dari kalimat sebelumnya, jadi hokum Allah yang berlaku di dunia ini tidak mengalir karena adanya sebab tanpa adanya akibat. Pernyataan kedua dari kalimat ini merupakan konsekuensi dari adanya pernyataan “kami telah beriman”. Jadi sudah sewajarnya jika orang yang telah mengatakan beriman akan diuji keimananya dengan masalah-masalah yang datang kepadanya hingga apa yang dikatankanya bukan hanya sebuah perkataan, melainkah adalah sebuah pembuktian.
Dan sesungguhnya masalah yang Allah berikan kepada hamba-Nya tidak akan melebihi kemampuan hamba-Nya;
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. . . . (Al Baqarah: 286). Allah adalah Tuhan Yang Maha Tahu setiap perkara baik itu yang bersifat ghaib maupun yang nyata, jadi sudah sepantasnya kita beriman kepada apa yang Allah berikan kepada kita. Masalah yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa kita hindari, hal ini akan percuma. Sebab Allah Yang Maha Besar akan terus menguji hambaNya dengan masalah tersebut hingga hamba itu benar-benar lulus dengan mengambil hikmah atau pelajaran yang tersembunyi didalamnya, setelah itu baru dia bisa melangkah lebih jauh lagi dan menghadapi masalah yang lebih berat. Tujuan dari adanya masalah ini adalah agar manusia itu mengerti hanya dengan menghadapi masalah itulah manusia dapat menjadi kuat dan bertahan hidup.
Bahkan seorang Nabi pun yang memiliki keutamaan paling dekat dengan Allah masih diberi cobaan oleh Allah, dan bahkan cobaan itu melebihi cobaan yang diberikan kepada hamba Allah yang lainya. Tetapi terkadang kondisi manusia itu tidak selalu dalam keadaan baik, adakalanya manusia bersifat baik manakala imanya sedang naik, dan bersifat buruk ketika imanya sedang turun. Hal ini adalah suatu keniscayaan bagi manusia yang tidak berlabelkan Nabi. Orang-orang yang sadar akan hal ini, sering berdoa meminta pertolongan kepada Allah agar diberi kemudahan keluar dari masalah yang membelenggu mereka, padahal saat itu mereka tidak memperhatikan, apakah jika Allah berikan pertolonganya pada saat itu ia akan dapat menerima pertolongan Allah? Padahal pada saat itu imanya dan mentalnya masih belum kuat untuk menerima pertolongan Allah, maka Allah Yang Maha Tahu akan selalu memberikan apa yang terbaik untuk hamba Nya.
Karena datangya pertolongan Allah itu sesuai dengan kondisi mental sipeminta.
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (Al Baqarah: 214).
Ilmu selanjutnya yang harus dimilki adalah, lapang dada. Karena tidak ada orang yang bisa menerima pertolongan dari Allah kecuali orang yang berlapang dada. Tidak ada yang bisa berlapang dada kecuali orang yang beristiqomah dan tidak ada yang bisa beristiqomah menlainkan orang yang bersandar kepada Allah SWT.

semangat 18!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sadarlah!

Tak disangka ternyata dalam jangka waktu 5 bulan semuanya telah berubah, baik aspek social maupun fisiknya, lalu dimanakah peran pemuda sepertimu sekarang? Sadarlah dunia ini membutuhkanmu, janganlah engkau hanya mengejar sebuah kepopularitasanmu semata karena engkau bukan seorang artis, engkau diciptakan olehNya semata mata untuk menjadi hamba sekaligus manusia yang bermanfaat yang benar-benar diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, sadarlah wahai pemuda tak ada yang bisa mengubah dunia ini kecuali tangamu, orang orang tua dan anak anak genarasi selanjutnya sangat membutuhkanmu untuk menyambung perjalanan hidup mereka di dunia ini, kau adalah jembatan dimana dengan itu kau akan mulia karena Allah telah melihatmu dalam perjuanganmu, apalagi yang ingin kau cari? Janganlah engkau mudah terpengaruh oleh sebuah prestasi, presatsi hanya akan membuatmu egois, dengan itu kau akan selalu memikirikan bagaimana kau dapat melakukan ini dan itu seperti orang-orang sukses diluar sana, sem...

Aku Mencintaimu, Kawan!

seringkali engkau merasa lemah disaat dirimu tak dapat melakukan hal yang sama dengan orang lain, engkau mengira perbuatan mereka itu sangat hebat dan engkau kagum terhadapnya, berharap dapat melukakan hal seperti itu bahkan lebih dari itu. tapi disatu sisi, mengapa engkau lupa bahwa mereka dan kamu itu sama. hak mereka dan hakmu adalah sama. engkau lupa bahwa Allah telah memberikan kelebihan diatas kekurangan mereka, begitupun sebaliknya. apakah engkau tahu, orang yang tak dapat melakukan sesuatu atau yang tak punya pikiran untuk melakukan sesuatu hidupnya begitu sepi? padahal disekelilingnya terdapat banyak manusia yang dapat ia ajak bicara. hei bangkitlah kawan, jangan bertanya apa yang dapat kamu lakukan. sesungguhnya kamu sudah mengetahui semua jawabanya, mengapa engkau terus bertanya dan berpikir? ayolah bertindak, tubuhmu tak akan pernah beridir tegak jika kakimu diwaktu kecil takut untuk melangkah. mulai saat ini berhentilah mengeluh, berhentilah untuk mengagumi orang lain,...

Kamu adalah Avatar : The Legend Of (You)

          Jika seandainya avatar dapat mengendalikan 4 elemen dalam dunia kartun itu hal yang biasa, tapi kalian itu sangat luar biasa bro, kalian bisa mengendalikan tangan yang dengan itu kalian bisa menggengam dunia, kalian bisa mengendalikan kaki yang dengan itu kalian bisa mengelilingi alam semesta ini, kalian punya akal yang dengan itu kalian bisa menaklukan langit dan bumi, kalian punya wajah dan rupa yang sempurna yang dengan itu dapat membuat makhluk lain iri dengan kerupawanan dirimu, dan kalian punya hati yang bertugas menahkodai seluruh potensi itu, maka sekarang adakah yang lebih berhak menentukan nasib dari hidupmu selain dirimu?  (kalau belum masuk ke hati tolong diulangi lagi dan dibaca pelan pelan ya):-)           Ingat bro Allah tdak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga kaum tersebut yang mau mengubahnya sendiri, hal hal yang perlu kita sadari adalah kelemahan kita bro, ya kelemahan kita. . . .    ...