Langsung ke konten utama

Sedikit Renungan di Semester 1

“Tahukah kamu, semakin gelapnya malam maka itu pertanda sebentar lagi akan terbit fajar”

“Cerdas itu mudah, namun bersungguh sungguh itu payah”

“Ketika engkau berkata “ aku yang terhebat diantara mereka, maka sesugguhnya engkau sedang berada diantara oang orang hebat” ketika engkau berkata “ aku berada diantara orang orang hebat, maka sesungguhnya engkaulah yang terhebat””

“Jika Ada 100 orang sukses di dunia maka akulah diantaranya
Jika ada 10 orang  hebat yang mampu menggudunia maka akulah diantaranya
Jika ada 1 orang yang mampu melangkah, bersemangat dan berani mengambil resiko, maka akulah orangnya”

“Jika kalian tidak bisa lebih baik dari kami, lebih baik kalian tidak usah hidup dan kami tidak usah mati”

“Manusia lebih kecil dari gajah, tak sebebas burung terbang di udara, tak seluasa ikan yang pandai berenang dalam air, namun manusia memiliki jiwa yang lebih besar daripada gajah, memiliki kebebasan berkarya setinggi langit, sangat leluasa untuk menyelami ilmu walaupun sedalam samudera”

“jika hidup hanya sekedar hidup, maka monyet dihutanpun hidup,
jika bekerja hanya sekedar bekerja, maka sapi diladangpun bekerja,
maka dari itu, berkaryalah, karena hanya dengan berkarya hidupmu bukan hanya sekedar nama, melainkan sebuah actor sejarah!”


“jika engkau menghendaki mimpimu terwujud, maka hendaklah engkau memenuhi persyaratan persyaratanya, maka dari itu Allah akan mewujudkan mimpimu, contoh : ingin jadi kaya, maka tidak boleh sombong, kalau sombong kekayaan yang sesungguhnya tidak akan terwujud. Lalu jika ingin punya pangkat, maka harus punya sifat amanah, jika tidak maka Allah tidak akan memberikan pangkat yang sesungguhnya padamu”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

berlebihankah?

semangat 18! Ya Allah sepertinya Engkau terlalu berlebihan dalam memberikan nikmat ini. Banyak sekali nikmat yang ku mubadzirkan hari ini. Tak ada uang atau apapun yang dapat kubalas untuk nikmat hari ini. Bahkan ibadah hari inpun aku tak tahu Engkau terima atau tidak. Beruntunglah orang-orang yang Engkau muliakan dengan sebuah kecacatan. Mereka yang tak punya kedua belah mata pastikan selamat dari kemaksiatan melihat. Mereka yang berjuang dijalanmu yang tak punya tangan dan kaki pasti kau kan berikan sebuah kemuliaan di akhirat. Hari ini kutersadaarkan oleh sebuah harapan dan kepercayaan makhluk Mu. Terutama dipagi ini (12/3), sebuah panggilan bernada "hanya satu pinta ku untukmu dan hidupmu, baik baik sayang karena aku untukmu, semua keinginan akan aku lakukan sekuat semampu ku sayang, karena bagiku kau kehormatanku, denganrkan dengarkan aku" sebuah nada yang sengaja aku khususkan untuk kedua orangtua ku. Entah mengapa dahulu ku niatkan nada ini menjadi nada dering...

Telisik Media Hiburan

Kembali dunia pertelivisian Indonesia menayangkan sebuah pameran “joget” yang tak hanya membuat orang tua ikut bergoyang namun juga telah menyihir anak anak yang belum berusia baligh. Terpaku pada sebuah perkataan sahabat “jika engkau ingin melihat pemimpinmu dimasa depan, maka lihatlah dirimu yang sekarang” ternyata memang sangat miris sekali. Sudah berapa kalikah Indonesia kehilangan integritas pemimpin? Ditambah lagi dengan adanya figuran yang hanya memikirkan sebuah kesenangan belaka? Mungkin niat mereka baik, mereka membuat Indonesia agar tetap senyum dan senang ditengah krisis yang melanda Indonesia, baik itu dibidang politik, social, ekonomi, budaya maupun agama. Namun apakah obyek mereka itu tidak perlu dikoreksi lagi? Saya ingat sekali pesan orang tua di kampung saya “anak anak yang terlahir hari ini adalah calon pemimpin dimasa depan”, dan saya ingat sekali ketika saya berdiskusi dengan salah seorang Ayah yang sangat getol dalam mendidik anaknya untuk terus belaj...

Dik, jangan iri!

Aku tak mendapatkan jawaban lain ketika aku bertanya kepada orang-orang yang besar kecuali “ayo semangat dik, kamu pasti bisa”. Apalah arti kalimat ini, tak lebih dari 6 kata yang slalu mereka ulang ketika kutanyakan. Ini tak menjawab sama sekali pertanyaanku terhadap mereka “bagaimana caranya bisa mendapatkan semua ini?”. Padahal yang kubutuhkan adalah adanya tips seperti bangun pagi lalu belajar dan seterusnya mungkin, atau mereka private kepada orang yang lebih handal dan mereka percaya untuk bisa mendapatkan semua ini. Dengan begitu ada sedikit kelegaan didalam hati atas pertanyaan yang sering membuatku iri atas prestasi mereka. bagai langit dan bumi, setidaknya ini yang tengah kurasakan.  Aku heran dengan mereka, padahal kita sama diciptakan dari Tuhan yang Satu kemudian berkembang diplanet yang sama dengan segala macam kebutuhan pokok yang sama tetapi mengapa masalah prestasi mereka yang lebih unggul? Mengapa harus ada perbedaan jika kesamaan itu terasa adil? Nam...