Langsung ke konten utama

Sadarlah!

Tak disangka ternyata dalam jangka waktu 5 bulan semuanya telah berubah, baik aspek social maupun fisiknya, lalu dimanakah peran pemuda sepertimu sekarang? Sadarlah dunia ini membutuhkanmu, janganlah engkau hanya mengejar sebuah kepopularitasanmu semata karena engkau bukan seorang artis, engkau diciptakan olehNya semata mata untuk menjadi hamba sekaligus manusia yang bermanfaat yang benar-benar diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, sadarlah wahai pemuda tak ada yang bisa mengubah dunia ini kecuali tangamu, orang orang tua dan anak anak genarasi selanjutnya sangat membutuhkanmu untuk menyambung perjalanan hidup mereka di dunia ini, kau adalah jembatan dimana dengan itu kau akan mulia karena Allah telah melihatmu dalam perjuanganmu, apalagi yang ingin kau cari?

Janganlah engkau mudah terpengaruh oleh sebuah prestasi, presatsi hanya akan membuatmu egois, dengan itu kau akan selalu memikirikan bagaimana kau dapat melakukan ini dan itu seperti orang-orang sukses diluar sana, sementara engkau meninggalkan teman-temanmu yang sedang dalam kelaparan dan tak berdaya menghadapi kejamnya dunia ini?
Dimanakah engkau sang pahlawan penerus bangsa?
Kehadiranmu kini sedang dinanti-natikan oleh seluruh kalangan, bangkitlah!
Kau pikir apa lagi, bukankah sudah jelas mana jalan yang seharusnya engkau pilih?
Wahai pemuda, sadarlah apa orientasimu hidup didunia ini?        

Masa kecilmu kini telah berlalu, engkau sudah tidak membutuhkan permainan seperti gundu ataupun sejenisnya, permainanmu kini telah sangat besar, engkau akan bermain didunia yang kejam ini dimana orang orang akan saling menghujat dan melakukan apapaun jika seandainya mereka kalah.

Sadarlah wahai pemuda, dunia ini bukan tempatmu untuk bercanda! Dunia ini bukanlah untukmu bermain, karena sekarang engkau adalah actor bangsa!

Mereka yang telah tua tidak akan kembali muda, mereka yang telah tua akan segera jatuh, mereka yang telah tua akan segera meninggalkan hidup ini, akankah engakau terus bergantung dan membangga banggakan mereka?

Sadarlah wahai pemuda, Allah menciptakanmu dalam bentuk yang seindah indahnya, Dia menciptakanmu disertai dengan jiwa yang penuh dengan semangat, dengan akal yang akan merubah kegelapan menjadi cahaya, dengan hati yang dapat membimbingmu mendapatkan cahaya Nya, tak malukah engaku berjalan di bumi Nya tanpa ada jiwa manusia didalam mu?

Wahai Pemda, sadarlah engkau ini manusia, engku ini manusia yang perlu memperjuangkan hidup dengan terus bergerak, jangan hanya diam maka kau akan mati!

Wahai manusia, berkaryalah!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

berlebihankah?

semangat 18! Ya Allah sepertinya Engkau terlalu berlebihan dalam memberikan nikmat ini. Banyak sekali nikmat yang ku mubadzirkan hari ini. Tak ada uang atau apapun yang dapat kubalas untuk nikmat hari ini. Bahkan ibadah hari inpun aku tak tahu Engkau terima atau tidak. Beruntunglah orang-orang yang Engkau muliakan dengan sebuah kecacatan. Mereka yang tak punya kedua belah mata pastikan selamat dari kemaksiatan melihat. Mereka yang berjuang dijalanmu yang tak punya tangan dan kaki pasti kau kan berikan sebuah kemuliaan di akhirat. Hari ini kutersadaarkan oleh sebuah harapan dan kepercayaan makhluk Mu. Terutama dipagi ini (12/3), sebuah panggilan bernada "hanya satu pinta ku untukmu dan hidupmu, baik baik sayang karena aku untukmu, semua keinginan akan aku lakukan sekuat semampu ku sayang, karena bagiku kau kehormatanku, denganrkan dengarkan aku" sebuah nada yang sengaja aku khususkan untuk kedua orangtua ku. Entah mengapa dahulu ku niatkan nada ini menjadi nada dering...

Telisik Media Hiburan

Kembali dunia pertelivisian Indonesia menayangkan sebuah pameran “joget” yang tak hanya membuat orang tua ikut bergoyang namun juga telah menyihir anak anak yang belum berusia baligh. Terpaku pada sebuah perkataan sahabat “jika engkau ingin melihat pemimpinmu dimasa depan, maka lihatlah dirimu yang sekarang” ternyata memang sangat miris sekali. Sudah berapa kalikah Indonesia kehilangan integritas pemimpin? Ditambah lagi dengan adanya figuran yang hanya memikirkan sebuah kesenangan belaka? Mungkin niat mereka baik, mereka membuat Indonesia agar tetap senyum dan senang ditengah krisis yang melanda Indonesia, baik itu dibidang politik, social, ekonomi, budaya maupun agama. Namun apakah obyek mereka itu tidak perlu dikoreksi lagi? Saya ingat sekali pesan orang tua di kampung saya “anak anak yang terlahir hari ini adalah calon pemimpin dimasa depan”, dan saya ingat sekali ketika saya berdiskusi dengan salah seorang Ayah yang sangat getol dalam mendidik anaknya untuk terus belaj...

Dik, jangan iri!

Aku tak mendapatkan jawaban lain ketika aku bertanya kepada orang-orang yang besar kecuali “ayo semangat dik, kamu pasti bisa”. Apalah arti kalimat ini, tak lebih dari 6 kata yang slalu mereka ulang ketika kutanyakan. Ini tak menjawab sama sekali pertanyaanku terhadap mereka “bagaimana caranya bisa mendapatkan semua ini?”. Padahal yang kubutuhkan adalah adanya tips seperti bangun pagi lalu belajar dan seterusnya mungkin, atau mereka private kepada orang yang lebih handal dan mereka percaya untuk bisa mendapatkan semua ini. Dengan begitu ada sedikit kelegaan didalam hati atas pertanyaan yang sering membuatku iri atas prestasi mereka. bagai langit dan bumi, setidaknya ini yang tengah kurasakan.  Aku heran dengan mereka, padahal kita sama diciptakan dari Tuhan yang Satu kemudian berkembang diplanet yang sama dengan segala macam kebutuhan pokok yang sama tetapi mengapa masalah prestasi mereka yang lebih unggul? Mengapa harus ada perbedaan jika kesamaan itu terasa adil? Nam...