"Ketidakpedulian bukan berarti melupakan,
Ia ingat, hanya saja ia mengabaikan.
Sayangnya, aku hidup dizaman yang ketika sesuatu
rusak, ada yang membuangnya, bukan memperbaikinya".
Perih. Itulah yang tengah ku rasakan.
Melihat saudara ku berjuang, dicaci orang.
Ukhuwah itu, tak lagi menghangatkan
Terasa sempit, gelap dan buram.
Dalam dekapan ukhuwah, ustad Salim A Fillah mengajarkan, kita mengambil cinta di langit lalu menebarkanya di bumi. Begitu indah ungkapan itu, namun sayang beliau tak sependapat dengan ku, bahwa ukhuwah itu harus dilatih dan diikat. Menurutnya, ukhuwah tidak datang dengan sendirinya. Tapi menurut ku, ketika kita mencintai seseorang karena Allah, dan berkumpul berjuang bersama di jalan Allah, maka Allah akan mengikat hati kita dengan keimanan. Hingga bila terjadi sesuatu diantara mereka, yang menyebabkan mereka berpisah maka itu semua adalah karena salah satu diantaranya sedang bermaksiat kepada Allah.
Maaf, aku sedang memperbaiki diri. Terlalu silau dunia itu dimata ku. Sampai-sampai aku terlupa, bahwa kita sedang terikat oleh janji-Nya. Sudah ada niatan terbesit dalam hatiku, bahwa kini saatnya untuk menurunkan semua amanah itu, namun kembali ku berpikir, apakah tega aku meletakkan beban ini di pundak saudara ku? semoga Allah, memperbaiki ku dan tidak membuang ku. Itu saja
semangat 19!
Komentar