Langsung ke konten utama

Renungan Ujian

Tahukah kamu apa perbedaan matahari dengan sebuah komet?

Matahari memiliki bentuk yang sangat besar, bahkan dia mengalahkan planet planet yang ada di tata surya seperti Jupiter, saturnus maupun Uranus. Bayangkan ketiga planet besar tersebut saja sudah sangat besar berkali lipat jika kita bandingkan dengan bumi kita yang selama ini kita anggap sangat besar dan luas, apalagi jika kita bandingkan dengan matahari yang lebih besar daripada ketiga planet jovian tersebut.

Selain itu apakah kalian tahu apa yang dilakukan matahari disana?

Ya, matahari berotasi terus menerus tanpa henti sambil dia memberikan sinarnya yang sangat hangat untuk kehidupan disekitarnya, sungguh mulia kau ini matahari. Ditambah lagi engkau tak pernah merasa menyesal akan kehilangan banyak energimu karena terus menyinari yang ada disekelilingmu, walaupun mereka semua sama sekali tak memperdulikanmu dan tak ada untungnya sama sekali buatmu, ya aku tahu engkau menyinari mereka bukan untuk mencari untung ataupun engkau ingin diakui bahwa engkaulah yang menyinari mereka namun aku tahu bahwa engkau sadar bahwa itu adalah tugasmu untuk membuat mereka tetap hangat, yah kau sungguh mulia matahari.

Lalu komet, eit kenapa kita perbandingkan dengan komet?

Komet bentuknya kecil, ia mempunyai ekor yang sangat terang apalagi jika berdekatan dengan matahari ekornya akan bertambah panjang dan terang. Ia sangat bebas bertravelling diluar angkasa tanpa batas ruang dan waktu, yah walaupun dia kecil dia tak pernah mengeluh dengan job nya seperti itu.

Lalu kenapa kita bandingkan? Lalu apa perbedaanya? Ini dia . . . . .

Matahari, walaupun dia besar dia tak bangga dengan kebesaranya dia terus memberi dan terus memberi dia tak pernah berpikir bahwa dia akan habis dan mati yang dia lakukan hanya terus memberi dan memberi, bahkan ketika melihat komet yang terbang bebas seperti itu ia tak iri, bahkan ia mampu memberikan sinar yang lebih kepada komet agar ketika mendekati matahari ia dapat lebih cemerlang.

Komet, walaupun dia kecil tapi dia tak pernah berkecil hati, dia mampu melakukan apa yang tidak mampu matahari lakukan, dia meluncur jauh menjelajahi alam semesta dengan keterbatasanya, namun ia tak pernah mengeluh akan takdirnya yang tak bisa seperti matahari. Dia terus berjalan tanpa memikirkan kapan bisa seperti matahari yang berguna bagi yang lain, dia hanya berpikir kalau semua yang ada di dunia ini telah diberi garis edarnya masing masing, yang komet perlukan hanyalah bagaimana caranya agar dia terus menjadi komet yang dapat melengkapi meriahnya alam semesta ini, ya dengan tidak adanya dia alam semesta tak akan terlihat indah, keoptimisan yang dimiliki komet yang membuat alam semesta berkilau.

Seperti inilah seharusnya kehidupan, saling memberi dan saling menerima tak ada rasa iri satu sama lain yang akhirnya menimbulkan kebencian, permusuhan, mereka menerima apa yang sudah Allah tetapkan untuk mereka, yang perlu mereka perjuangkan hanyalah bagaimana mereka dapat bersinar dibidang mereka masing masing, ya kawan kawanku bahkan tanpa kita sadari alam ini banyak memberi kita pelajaran yang tak ternilai harganya, tanpa kita sadaripun kita sering melupakan apa arti hidup, kita hanya berputar putar pada daerah yang sama sekali tak penah membuat kita untuk bergerak dan maju.


Mungkin catatan ini lebih berguna disaat hati sedang dalam kondisi yang baik, namun setelah itu catatan ini akan usang dan tak bernilai kehidupanya, maka dari itu kawan kawanku watawa shoubil haq watawa shoubisshobr itulah yang kita perlukan, jangan pernah merasa diri kita yang paling baik dan terus melangkah maju, ingat kawan kawan kita yang sedang kurus kemajuan, kita tak pernah tahu bagaimana kondisi hati kawan kawan kita mungkin disaat terlihat cerah wajahnya dia sembunyikan persaan sakit lalu ketika itu kita caci maki mereka karena kesalahan yang mereka buat ini tentu membuat mereka semakin jauh dari kita bahkan kita bisa saja membunuh mental mereka, apapun yang terjadi jangan tinggalkan sahabat sahabatmu baik itu yang lebih tinggi darimu atau lebih rendah darimu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

oh MAPRES ku, kenapa kau cepat sekali menghilang?

Kuliah merupakan hal yang tabu untuk dibacarakan dikalangan orang-orang Desa pada umumnya. Keterbatasan ekonomi nampaknya merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh para orang tua ditengah maraknya beasiswa yang sedang "mendidih" di Negeri ini. Pada dasarnya "doktrin-doktrin" yang memuat isu mahalnya pendidikan bagi rakyat miskin memang tengah diambil alih oleh kelompok elit bersandarkan politik dan materialisme. Tak salah jika Kapitalisme yang diwanti-wanti hilang di abad ke-19 oleh Marx malah justru berkobar ditengah awal abad ke-20. Latarbelakang masalah ini tak mungkin ditutup-tutupi oleh pemerintah, segala kebijakan terkait telah diterapkan demi tujuan mencerdaskan kehidupan Bangsa. Program beasiswa dalam dan luar Negeri banyak yang termuntahkan akibat tak maksimalnya sistem dalam menampung kesempatan. Sudah sepatutnya orang-orang yang diberi kesempatan dan terpilih untuk mengemban amanah berterimakasih atas semua program dan kebijakan yang telah Pemerint...

maha? siswa!

Aku tahu menjadi seorang Mahasiswa itu sangatlah sulit. Dia diberikan amanah dan harapan yang sangat besar dari sebuah Negara, padahal dia baru saja keluar dari zona mengenal diri. Lihat saja, apa engkau tahu tujuan dbetnuknya perguruan tinggi? Ya dalam PP No.60 Tahun 1999 pasal 1 tujuan itu berbunyi: “Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, serta mengupayakan penggunaanya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan Nasional”. Bukankah itu amanah yang sangat besar? Mahasiswa disiapkan untuk memiliki kemampuan akademik, lalu disuruh untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu itu kemasyarakat dengan tujuan Negara yang makmur dan sejahtera. Bukankah ini tugas yang sangat berat kawan, bahkan seorang presidenpun sampai saat ini taka da yang dapat menyempurnakan tugas ini? Menjadi seorang mahasiswa itu penuh tantangan. Dia bukanlah seorang anak kecil yang...

Sendiri

dalam mimpiku aku berjalan sendiri mengarungi samudera khayal tak bertepi petunjuk arah yang tak pasti ku lalui terbangun, mengunggu hingga mati ku lihat hallo mengarungi matahari menyambut sinarnya yang menerangi namun dia datang hanya sekali tak pernah ku lihat setiap hari hai kegelapan, enyahlah sang lilin datang dengan gagah mengusirmu, memekarkan sinarnya hingga merekah tinggallah seberkas harapan dan cinta kuharap kalian akan selalu ada disetiap kuterbangun dalam raga mengusir benci dalam jiwa rasanya, ku tak berguna hari ini kemalasan melanda tandaku sudah mati teman, sahabat, orang tua tak peduli karena aku selalu sendiri semangat 18!