Langsung ke konten utama

Lilin dan Matahari ?

Lilin mungkin dapat memberikan sinarnya pada yang lain, tapi lihat! dia juga akan padam;
matahari mungkin dapat memberikan terangnya dipagi hari hingga sore hari, tapi malamnya dia menghilang!;
mungkin hidup ini akan penuh dengan keceriaan disaat apa yang kita rasakan sepadan dengan lebarnya senyum kita, namun nyatanya alam tak menawarkan itu kawan!

               Terkadang orang lain melihatmu sebagai inspirasi bagi dirinya, tapi disisi lain engkau sadar bahwa inspirator besar bukanlah yang selalu menyembunyikan permasalahn di setiap lika liku keseharianya.
ya, memang benar bahwa ini semua hanyalah masalah hati yang tak seorangpun tahu, namun sepandai pandainya engkau menyembunyikan perasaanmu pasti akan terlihat jelas oleh mimik wajahmu, ingat kawan rasa bukanlah seorang pembohong ulung seperti lidah, ia mungkin tak pandai mengungkapkan apa yang dia rasa, namun ketahuilah dialah yang paling jujur dalam hal segala masalah!
jujur itu baik kawan, terbuka itu menyenangkan! :)

                Lihatlah disekelilingmu, ada banyak sahabat sahabatmu yang rela meminjamkan telinganya untuk mendengarkan ceritamu samapai engkau puas, ya sampai kau puas dan sampai lidahmu menjulur bergelantunganpun mereka rela mendengarkanmu berbicara.
lihatlah senyumnya yang menggodamu untuk terus menatap wajahnya tanpa mengalihkanya ke yang lain, ini gratis kawan! jangan kau bayangkan seperti artis yang hanya terlihat dikotak kaca saja, dengan lesung pipinya yang melubang, ataupun hidungnya yang eksotis karena saking tawadhu nya hingga tak terlihat, apa lagi yang kau ragukan? bukankah kita ini satu?cerdas itu mudah kawan, namun bersuungguh sungguh itu payah!


                Maka mari kita belajar bersungguh sungguh menyayangi dan mencintai sahabat kita, tanpa syarat, tanpa politik cinta atau apapun namanya, aku harap diantara kita tak ada rasa salinng berprasangka, saling merasa lebih baik, dan lain sebagainya . . . .salam sahabat barumu!!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

oh MAPRES ku, kenapa kau cepat sekali menghilang?

Kuliah merupakan hal yang tabu untuk dibacarakan dikalangan orang-orang Desa pada umumnya. Keterbatasan ekonomi nampaknya merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh para orang tua ditengah maraknya beasiswa yang sedang "mendidih" di Negeri ini. Pada dasarnya "doktrin-doktrin" yang memuat isu mahalnya pendidikan bagi rakyat miskin memang tengah diambil alih oleh kelompok elit bersandarkan politik dan materialisme. Tak salah jika Kapitalisme yang diwanti-wanti hilang di abad ke-19 oleh Marx malah justru berkobar ditengah awal abad ke-20. Latarbelakang masalah ini tak mungkin ditutup-tutupi oleh pemerintah, segala kebijakan terkait telah diterapkan demi tujuan mencerdaskan kehidupan Bangsa. Program beasiswa dalam dan luar Negeri banyak yang termuntahkan akibat tak maksimalnya sistem dalam menampung kesempatan. Sudah sepatutnya orang-orang yang diberi kesempatan dan terpilih untuk mengemban amanah berterimakasih atas semua program dan kebijakan yang telah Pemerint...

maha? siswa!

Aku tahu menjadi seorang Mahasiswa itu sangatlah sulit. Dia diberikan amanah dan harapan yang sangat besar dari sebuah Negara, padahal dia baru saja keluar dari zona mengenal diri. Lihat saja, apa engkau tahu tujuan dbetnuknya perguruan tinggi? Ya dalam PP No.60 Tahun 1999 pasal 1 tujuan itu berbunyi: “Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, serta mengupayakan penggunaanya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan Nasional”. Bukankah itu amanah yang sangat besar? Mahasiswa disiapkan untuk memiliki kemampuan akademik, lalu disuruh untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu itu kemasyarakat dengan tujuan Negara yang makmur dan sejahtera. Bukankah ini tugas yang sangat berat kawan, bahkan seorang presidenpun sampai saat ini taka da yang dapat menyempurnakan tugas ini? Menjadi seorang mahasiswa itu penuh tantangan. Dia bukanlah seorang anak kecil yang...

Sendiri

dalam mimpiku aku berjalan sendiri mengarungi samudera khayal tak bertepi petunjuk arah yang tak pasti ku lalui terbangun, mengunggu hingga mati ku lihat hallo mengarungi matahari menyambut sinarnya yang menerangi namun dia datang hanya sekali tak pernah ku lihat setiap hari hai kegelapan, enyahlah sang lilin datang dengan gagah mengusirmu, memekarkan sinarnya hingga merekah tinggallah seberkas harapan dan cinta kuharap kalian akan selalu ada disetiap kuterbangun dalam raga mengusir benci dalam jiwa rasanya, ku tak berguna hari ini kemalasan melanda tandaku sudah mati teman, sahabat, orang tua tak peduli karena aku selalu sendiri semangat 18!